BANGUNLAH
SEGERA
(1
Petrus 5:1-11)
“Sadarlah dan
berjaga-jagalah! Lawanmu , si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang
mengaum-ngaum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (ayat
8)
Seorang anak dibangunkan oleh kedua
orang tuanya pada subuh hari dan memerintahkan
supaya bangun segera. Di belakang
rumah mereka api sudah membesar dan melahap beberapa rumah para tetangga dan
tinggal sedikit waktu saja api itu akan segera tiba pada rumah mereka dan juga
akan melahap rumah mereka. Sang ibu yang sedang sibuk menyelamatkan bagian
penting yang layak untuk diselamatkan namun anak yang dibangunkan tadi tak
kunjung bangun dari tidurnya. Ia masih merasa suara ribut manusia yang ada di
luar itu seolah-olah seperti sebuah mimpi. Hingga akhirnya sang ayah menyeret
sang anak sehingga ia bisa bangun dan segera bergegas menyelamatkan diri.
Seperti api yang begitu cepat
melahap rumah yang jaraknya saling berdekatan, begitupun buasnya iblis dalam
mencari dan membinasakan mangsanya. Firman Tuhan ini memberikan gambaran yang
lain, bahwa ia seperti singa yang mengaum-ngaum dan mencari orang yang dapat
ditelannya. Uniknya dikatakan bahwa si
Iblis berjalan keliling untuk mencari mangsa. Ia tidak bisa diam, ia akan
berusaha mencari celah yang mulus supaya ia bisa masuk ke dalam hati manusia
untuk melakukan aksinya, yakni membuat manusia itu jauh dari Allah. Merusak
hubungan manusia dengan Allah, juga merusak hubungan manusia dengan sesamanya;
orang tua, anak-anak, tetangga dan para sahabat. Itulah pekerjaan si Iblis.
Bagaimana dengan kita saat ini?
Waktu akan terus berjalan meninggalkan masa muda kita. Apakah kita sadar terus
akan hal ini? Ataukah kita masih juga tertidur dengan zona aman kita, dan
merasa hidup kita ini seperti mimpi yang tidak ada apa-apanya? Ya Bangunlah
segera, sebab jerat Iblis menjalar membakar habis hidup orang yang patah
semangat; yang terus menerus merasa lelah atas hidupnya. Ia terus berkeliling
mencari mangsa, yaitu kita yang merasa putus asa, kita yang terus menerus
menggerutu, kita yang terus merasa lelah untuk menjalani hidup karena banyaknya
pergumulan dan sebagainya. Mari kita pakai penderitaan apapun yang kita hadapi
sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sebab jika tidak situasi
itu akan dipakai oleh Iblis untuk menjerat kita. Sebab ia sangat jahat dan
hendak membuat kita binasa sama seperti kita. By: Ev. Martupa Manalu, S.Th., M.Div.
Komitmen
Saya
mau sadar, TUHAN. Saya mau bangun dari keterpurukanku, sebab kini ku sadari
bahwa iblis menginginkan saya binasa.