Sabtu, 03 Agustus 2013

Renungan Hari Ini: Minggu, 04 Agustus 2013


Ditinggalkan atau Meninggalkan?
Yehezkiel 8
Firman-Nya kepadaku: “kau lihatkah, hai anak manusia, apa yang dilakukan oleh tua-tua kaum Israel di dalam kegelapan, masing-masing di dalam kamar tempat ukiran-ukiran mereka? Sebab mereka berkata: TUHAN tidak melihat kita; TUHAN sudah meninggalkan tanah ini” (ayat 12)

            Dalam kondisi tertentu kerap kali kita sebagai manusia biasa mengalami pikiran-pikiran buntu, sehingga terlalu mudah bagi kita mengambil keputusan untuk bertindak di luar kehendak Allah. Sakit penyakit yang berkepanjangan menjadi contoh yang terlalu sering kita temukan bagi seseorang untuk segera berkata: Mari kita pergi ke suatu tempat di mana seseorang itu dapat disembuhkan dari penyakit apapun. Contoh kedua yang kerap membuat seorang manusia menjalani kehidupan yang sesuai dengan cara berpikiran yang pendek adalah keadaan ekonomi yang begitu sulit dan berkepanjangan sehingga terlalu mudah melakukan keputusan-keputusan yang salah supaya kebutuhan ekonomi tetap tercukupi. Ada banyak contoh lain di luar hal itu, seperti keinginan seseorang untuk menjadi seorang yang terkemuka dalam satu ajang pemilihan wakil rakyat misalnya. Bahkan pikiran-pikiran pendek seorang manusia telah mengendalikan eksistensi kehadiran Allah di dalam diri manusia itu.
            Pertanyaannya sekarang, adakah Allah sungguh-sungguh meninggalkan kehidupan kita? Benarkah penyakit yang kita derita ini adalah perbuatan Allah karena Dia telah meninggalkan kita? Atau adakah penderitaan ini adalah wujud dari Allah meninggalkan kita? Namun keputusan seperti itulah yang kerap kita lontarkan saat kita mengalami yang demikian, Bukan? Tapi apakah kita pernah mengoreksi pribadi kita, sejauh mana kita telah meninggalkan Allah dan tidak membiarkan Dia berkuasa atas hidup kita, atas pikiran kita yang pintas itu.
            Telah nyata bagi Allah, begitu besar dosa yang telah dilakukan oleh bangsa Israel melalui para tua-tua Israel. Bahkan dengan sengaja mereka telah melakukan sesembahan berhala di samping penyembahan kepada Allah mereka. Kalau begitu keadaannya, apakah Allah yang meninggalkan kita? Apakah Allah yang mengakibatkan kita telah sakit atau kita telah menderita? Sesungguhnya Allah memberikan penglihatan itu kepada Yehezkiel, bahwa penderitaan yang terjadi atas bangsa Israel itu terjadi atas kesalahan mereka sendiri, atas dosa mereka sendiri, yang telah beriktiar untuk melakukan keputusan-keputusan dalam hidupnya yaitu ktputusan pribadi yang bukan merupakan kehendak Allah.
            Adakah kita saat ini sedang mengalami penderitaan yang begitu berat? Adakah kita mengalami sakit-penyakit yang sangat parah dan berkepanjangan dan merasa bahwa Allah meninggalkan Anda? Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa Allah tidak beriktiar memberikan celaka kepada umat-Nya yang setia kepada-Nya. Mari kita periksa diri kita, jangan sampai penderitaan itu terjadi karena kita telah beriktiar untuk meninggalkan Dia dengan berkata: Allah sudah meninggalkan kita mari kita cari kesembuhan dari yang lain. Bahkan Firman Tuhan ini menegaskan kita hari ini, lebih baik menderita dan mati di dalam Tuhan, daripada harus mendapatkan kebahagiaan yang bukan berasal dari Allah.

Tuhan kerap kali dalam pikiran kecilku aku beriktiar untuk menjauh dari Tuhan. Tolong saya Tuhan supaya saya senantiasa mendekatkan diri kepada-Mu dalam keadaan apapun, sehingga saya tetap hidup sekalipun saya sakit, sekalipun saya menderita, Amin.
Posted By: Ev. Martupa Manalu, S.Th., M.Div.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar