Jumat, 02 Agustus 2013

Renungan Hari Ini: Sabtu, 03 Agustus 2013

Membangun Hidup
Kolose 3:18 - 4:1

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia,.... (ayat 23)


Suatu ketika, seorang tukang kayu datang menghadap majikannya dan mengatakan bahwa ia akan segera pensiun dari pekerjaannya sebagai tukang karena usianya sudah tua. Sang tukang ini juga mengatakan bahwa ia sangat menyesal karena tidak mendapatkan penghasilan lagi dari pekerjaannya. Namun tukang ini berkata kepada majikannya bahwa ia pasti sanggup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sang majikan sangat terkejut mendengar hal itu, lalu ia meminta karyawannya tadi untuk membangun sebuah rumah lagi sebagai karya terakhirnya. Tukang ini pun menyetujui akan membangun sebuah rumah sebagai karya terakhirnya, namun ia berkata bahwa ia tidak akan sungguh-sungguh serius untuk membangun rumah tersebut. Bahan-bahan yang dipakainya juga tidak akan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Setelah rumah itu selesai, sang majikan menyerahkan rumah tersebut kepada tukang tadi dengan berkata: “Ambillah rumah ini menjadi milikmu, sebagai tanda perpisahan dariku”.
            Apa yang menjadi perenungan kita jika kita berada pada posisi si tukang kayu tadi? Mungkin kita akan sangat menyesal, karena seandainya saja kita tahu sebelumnya bahwa rumah itu akan diberikan kepada kita, tentu kita akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh dan menggunakan bahan yang berkualitas. Karena dengan demikian rumah yang kita miliki itu akan menjadi rumah idaman yang kokoh dan kuat.
            Membangun hidup adalah salah satu tugas kita, anak-anak Tuhan. Contoh yang tepat untuk membangun hidup adalah melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Jika kita melakukan segala pekerjaan kita seperti untuk manusia, kita sama seperti si tukang kayu di atas. Namun jika kita melakukannya seperti untuk Tuhan, maka kita akan melakukan yang terbaik. Karena jika kita melakukan yang terbaik, tentulah kita juga yang akan menikmati hasil dari pekerjaan kita. Mari memulainya dari keluarga kita masing-masing. Bimbinglah anak-cucu kita dengan kasih, memberilah dengan rela hati, dan layanilah dengan sukacita. Mari kita melakukan semuanya itu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Itulah yang disebut dengan membangun hidup, sehingga hidup kita tidak kosong tapi terus terisi dengan berkat-berkat Tuhan. Hidup kita terus terbangun dengan kokoh sehingga kitapun akan menikmati hasilnya. Oleh: Ev. M. Manalu, M.Div.

Komitmen
Hari-hari terus berlalu, saya berjanji akan membangun hidup dengan baik, sehingga hidupku tidak kosong, tapi terisi dengan berkat-berkat Allah.

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar